Jumat, 13 Juni 2014

Ini ceritanya terinspirasi dari bucu yang pernah aku baca judulnya itu Allah, aku kamu.

TRIANGEL OF LOVE "ALLAH, AKU & KAMU"

Cinta adalah topik yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas. Diantara rentang status jomblo dan menikah, cinta hadir mewarnai kehidupan kita. Pun, diantara instan dan peliknya sebuah hubungan, kita tak pernah jera dengan kata dan sikap jatuh cinta. Bener atau bener?

Jatuh cinta berjuta rasanya, itu kata syair lagu. Cinta itu buta, itu kata pepatah yang lain. Semua definisi dan aktivitas cinta tak jarang melenakan, dan lebih sering menjerumuskan pada janji-janji manis tanpa kepastian masa depan sebuah hubungan. Kalau sudah begini, yang ada hanya sakit hati, patah hati, galau, dan berbagai macam gangguan hati lainnya.

Islam adalah agama paripurna. Sejak awal ia turun ke muka bumi, Al-Qur'an dan hadis telah begitu indahnya memaparkan apa dan bagaimana itu cinta. Kemudian, Rasulullah saw memberi teladan tentang praktik cinta antara laki-laki dan perempuan yang dibingkai dalam koridor keimanan.

Fitrah setiap insan ingin hidup berpasang-pasangan, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya mewujudkan itu. Bagaimanapun besarnya cinta kita kepada pasangan, janganlah melebihi besarnya cinta kita kepada Allah. Sebab, cinta bukan perkara aku dan kamu saja, tetapi juga Allah yang meridhai relationship kita.

"Cinta digambarkan dengan pelajaran kimia, seperti dua unsur berbeda sifat dan berbeda muatan yang dapat saling tarik-menarik dan membentuk senyawa dengan sifat yang baru"
Percayalah, bahwa cinta nggak serumit itu. Cinta itu sederhana...seperti teh manis bikinan ibu yang menghangatkan suasana pagi hari, dan seperti ucapan selamat pagi dari si dia yang kamu suka. Hihihi, ada yang senyum-senyum sendiri, nih.

Karena bicara cinta adalah bicara tentang perjalanan, maka kita bahas dari awal kehidupan kita saja ya.
Pertama, kita terlahir di dunia, kita sudah diperkenalkan dengan cinta, yaitu cinta dan kasih sayan dari kedua orang tua dan keluarga kita. Mereka tersenyum menyambut kelahiran kita seraya berucap Alhamdulillah. Mereka pun telah mempersiapkan nama terbaik untuk kita. Dan sejak saat itulah, kita mulai belajar dari apa pun yang ada disekeliling kita, termasuk tentang cinta.

"Berharaplah dan gantungkan harapanmu hanya kepada Allah" 
Bebaskanlah hatimu dari berharap kepadanya, kepada seseorang yang tidak pernah sedikitpun manaruh hormat kepada perasaanmu. Segera tanamkan dalam dirimu bahwa kamu tidak boleh berharap-harap kepada makhluk mana pun, baik kamu mencintainya atau pun jika kamu tidak mencintainya. Lalu, peganglah prinsip ini dengan kuat: bahwa kamu akan berharap dan menggantungkan harapanmu hanya kepada Allah.
"Cintailah kekasihmu sekadarnya, sebab bisa jadi suatu saat dia akan menjadi orang yang membencimu. Dan bencilah orang yang membencimu sekadarnya, sebab bisa jadi suatu saat dia akan jadi orang yang mencintaimu"

"Jodoh atau tidak, bukan ditentukan dari rasa cintamu sekarang...
 Jodoh atau tidak, bukan karena kamu dan dia pernah pacaran...
 Jodoh atau tidak, ada campur tangan Allah di dalamnya"
Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan yang berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan (wikipedia.com)

"Memang tidak semua orang berpacaran melakukan zina, tapi setiap zina diawali dengan aktivitas pacaran~di luar prostitusi" (ustadz Felix Siauw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar